Sastra Indonesia sebagaimana sastra di belahan dunia lain tak pernah hadir dalam ruang fakum sejarah, jatuh dari langit, atau muncul dari dunia antah berantah. Ia juga tak kan pernah mungkin hidup tanpa peran, ideologi, industri, atau yang paling penting pembaca. Dalam sejarah umat manusia tampak keunggulan sastra sebuah bangsa merupakan salah satu tolak ukur kecemerlangan kebudayaan bangsa itu. Kebudayaan Yunani Kuno, ketika para pemikir besar sekelas Plato, dan Aristoteles hidup tak mungkin lepas dari sumbangan sastra.
Sastra akan menjadi salah satu penopang kebudayaan, manakala manfaat sastra dapat dirasakan oleh masyarakat. Dan karena itu apresiasi Sastra dan diseminasi karya sastra perlu dilaksanakan dengan baik. Dengan demikian, gairah untuk menulis dan berkreativitas dalam sastra yang baik akan terpacu. Ketika Sastra dibiarkan stagnan maka sastra tidak akan lagi merupakan kebutuhan bagi masyarakat. Dengan mengacu kepada manfaat, maka perlu diprogramkan kegiatan-kegiatan yang dapat memacu kreativitas, apresiasi dan disemenasi karya sastra di masyarakat, terutama di kalangan para pelajar.
Pekan Apresiasi Sastra merupakan salah satu ajang kreativitas siswa/i dalam bidang sastra yang dapat menimbulkan kecintaan terhadap sastra itu sendiri, dan dapat mengembalikan nilai-nilai etik maupun estetik yang semakin hari semakin luntur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar